← Kembali ke Blog

Cirebon punya dua julukan yang sama-sama melekat kuat: Kota Udang dan Kota Wali. Keduanya bukan sekadar sebutan, tapi jejak sejarah yang ikut membentuk karakter kota ini — termasuk kenapa kulinernya begitu kaya rasa dan jadi incaran wisatawan sebagai oleh-oleh.

Asal Usul Nama "Cirebon"

Nama Cirebon sendiri punya cerita menarik. Kata ini berasal dari gabungan "Cai" yang berarti air, dan "Rebon" yang berarti udang rebon — udang kecil yang jadi bahan baku utama pembuatan terasi. Air yang digunakan dalam produksi terasi inilah yang akhirnya melahirkan nama "Cirebon" seperti yang kita kenal sekarang.

Kota Udang: Warisan Nelayan Pesisir

Sebagai kota pesisir utara Jawa Barat, sebagian besar masyarakat Cirebon dulu menggantungkan hidup sebagai nelayan, khususnya penghasil udang rebon. Julukan "Kota Udang" bahkan ditetapkan resmi oleh pemerintah daerah pada tahun 1946. Warisan ini masih terasa sampai sekarang lewat terasi udang khas Cirebon yang dikenal punya aroma dan rasa lebih tajam dibanding terasi daerah lain.

Kota Wali: Jejak Sunan Gunung Jati

Julukan kedua, "Kota Wali", datang dari sejarah keagamaan Cirebon. Di kota inilah dimakamkan Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah, salah satu Wali Songo yang berperan besar menyebarkan Islam di tanah Jawa. Sunan Gunung Jati juga adalah sosok yang membawa Kesultanan Cirebon ke masa kejayaannya. Kalau kamu ingin tahu lebih dalam soal sejarah kesultanan ini, baca juga Sejarah Kesultanan Cirebon & Jajanan Istana.

Persimpangan Budaya, Kekayaan Rasa

Letak Cirebon yang strategis sebagai jalur perdagangan sejak berabad-abad lalu membuat kota ini jadi titik temu berbagai budaya: Jawa, Sunda, Arab, dan Tionghoa. Perpaduan inilah yang menciptakan cita rasa kuliner Cirebon yang khas dan sulit ditemukan di daerah lain — umumnya bercita rasa gurih, segar, dan kaya rempah, dengan penggunaan bahan seperti kucai, tauco, dan petis. Empal gentong, salah satu kuliner legendaris Cirebon, bahkan sering disebut sebagai simbol akulturasi budaya Arab, Tionghoa, Jawa, dan Sunda dalam satu mangkuk.

Warisan Rasa yang Dibawa Banana Keraton

Semangat perpaduan budaya inilah yang juga menjiwai Banana Keraton. Sebagai brand oleh-oleh yang lahir dan besar di kota persimpangan budaya ini, kami ingin menghadirkan camilan berbahan pisang dan mangga pilihan yang tetap membawa identitas Cirebon, namun dikemas dengan cara yang lebih modern dan praktis untuk oleh-oleh maupun pre-order online. Lihat pilihan lengkapnya di halaman Produk.